<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Leak Bali</title>
	<atom:link href="http://leakbali.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://leakbali.blogdetik.com</link>
	<description>Catatan online Leak Bali di dunia maya</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 07:45:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan</title>
		<link>http://leakbali.blogdetik.com/2011/07/23/proyek-program-nasional-pemberdayaan-masyarakat-mandiri-perdesaan/</link>
		<comments>http://leakbali.blogdetik.com/2011/07/23/proyek-program-nasional-pemberdayaan-masyarakat-mandiri-perdesaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 07:45:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>leakbali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[Proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://leakbali.blogdetik.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Lokasi Belanti, Kecamatan Tanjung Raja,Kabupaten Ogan Ilir (OI), diduga dikerjakan asal jadi.
Pasalnya, proyek pembangunan jalan setapak tersebut belum selesai pembangunannya, tetapi sebagian badan sudah mulai rusak. Menurut Anang, warga Belanti, warga meminta pihak terkait turun ke lapangan untuk mengecek kondisinya langsung. ”Proyek belum selesai kenapa jalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://leakbali.blogdetik.com/2011/07/23/proyek-program-nasional-pemberdayaan-masyarakat-mandiri-perdesaan/">Proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan</a> (PNPM-MP) di Lokasi Belanti, Kecamatan Tanjung Raja,Kabupaten Ogan Ilir (OI), diduga dikerjakan asal jadi.</p>
<p>Pasalnya, proyek pembangunan jalan setapak tersebut belum selesai pembangunannya, tetapi sebagian badan sudah mulai rusak. Menurut Anang, warga Belanti, warga meminta pihak terkait turun ke lapangan untuk mengecek kondisinya langsung. ”Proyek belum selesai kenapa jalan sudah mulai berlobang,”ujarnya.<br />
<span id="more-14"></span></p>
<p>Dia menduga pengerjaan jalan tersebut tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB), karena bila dilihat dari pantauan di lapangan terlalu banyak campuran pasir daripada semen, akibatnya struktur jalan mudah hancur. Hal ini ternyata diakui tukang bangunan yang mengerjakan jalan tersebut namun tidak mau disebutkan namanya. ”Bangunan jalan ini memang tidak sesuai dengan RAB,”akunya.</p>
<p>Menurut dia, rencana jalan yang akan dibangun sebenarnya sepanjang 1 km dengan adukan 1 sak semen,5 lori pasir, dan 3 lori koral.Namun, lanjut dia, karena dananya kurang oleh pihak PPM yang disampaikan oleh kades setempat, hanya dibangunkan 491 meter saja.”Parahnya lagi koral yang digunakan bukan koral yang bagus, karena terlihat seperti bongkahan tanah,” keluhnya.</p>
<p>Selain itu, semen yang dipergunakan ada semen yang tidak bermerek,semen kiloan sepanjang 50 meter. Terpisah, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) OI Syamsul Bahri melalui Kasubit Perkeriditan Sulaiman Midun mengaku belum menerima laporan masyarakat mengenai kejadian tersebut. ”Nanti, kita cek ke lapangan untuk memastikan kondisi riilnya,”tuturnya. Demikian catatan online <a href="http://leakbali.blogdetik.com/">Leak Bali</a> yang berjudul Proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://leakbali.blogdetik.com/2011/07/23/proyek-program-nasional-pemberdayaan-masyarakat-mandiri-perdesaan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kasus pencurian seperangkat alat musik elektone</title>
		<link>http://leakbali.blogdetik.com/2011/06/01/kasus-pencurian-seperangkat-alat-musik-elektone/</link>
		<comments>http://leakbali.blogdetik.com/2011/06/01/kasus-pencurian-seperangkat-alat-musik-elektone/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 15:10:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>leakbali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Kasus pencurian seperangkat alat musik elektone]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://leakbali.blogdetik.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Kontes SEO &#8211;&#62;&#62; Kasus pencurian seperangkat alat musik elektone milik Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palopo HM Jaya berhasil diungkap penyidik Satreskrim Polres Palopo, kemarin. Polisi meringkus tujuh pelaku pencurian alat musik seharga Rp20 juta tersebut. Salah seorang pelaku bernama Fajar, 24,diketahui adalah anak salah seorang kepala bagian (kabag) di Sekretariat Daerah Kota Palopo. Pelaku lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/" target="_blank">Kontes SEO</a> &#8211;&gt;&gt; Kasus pencurian seperangkat alat musik elektone milik Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palopo HM Jaya berhasil diungkap penyidik Satreskrim Polres Palopo, kemarin. Polisi meringkus tujuh pelaku pencurian alat musik seharga Rp20 juta tersebut. Salah seorang pelaku bernama Fajar, 24,diketahui adalah anak salah seorang kepala bagian (kabag) di Sekretariat Daerah Kota Palopo. Pelaku lain yang ikut digelandang masuk sel, yakni Umar, Jimian, Usman, Abdul Salim, Arfa, dan Hendrik. Para pelaku tertangkap di rumah masing-masing setelah Fajar yang tinggal di Jalan Mungkasa, Kota Palopo, lebih dulu ditangkap di rumahnya.</p>
<p>“Tujuh pelaku sudah diamankan, termasuk Fajar,” papar Kapolres Palopo AKBP Trijan Faisal, kemarin. Kapolres telah menugaskan anggotanya ke Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, untuk menyita alat musik elektone yang telah dijual pelaku kepada seorang warga setempat. Seperangkat alat musik elektone yang dicuri tersebut, di antaranya keyboard, sound system, dan mixer.<br />
<span id="more-13"></span></p>
<p>Pencurian ini terjadi sekitar dua bulan silam. Istri Sekda Palopo Idaria HM Jaya mengaku kaget mengetahui pelaku pencurian alat musik milik keluarganya melibatkan anak salah satu pejabat eselon III.“Saya prihatin pelakunya salah satu anak pejabat di Pemkot.Tetapi, kami serahkan saja kasusnya untuk ditangani polisi,”kata dia. Dari hasil penyelidikan polisi, Fajar diduga mendalangi kasus pencurian itu.</p>
<p>Dia menunjukkan tempat penyimpanan alat musik elektone tersebut di dalam gudang di rumah Sekda Palopo, yang tak jauh dari rumahnya di Jalan Mungkasa, Kelurahan Amasangan,KecamatanWara Timur. Namun, Fajar menampik tudingan itu. Menurutnya, dia bersama enam temannya hanyalah orang suruhan seseorang bernama Mus,yang hingga saat ini masih berstatus buronan polisi.</p>
<p>Setiap selesai melakukan kasus pencurian, termasuk di rumah Sekda Palopo,pelaku mendapatkan upah Rp500.000 per orang. Catatan Polres Palopo, komplotan Fajar itu terlibat jaringan spesialis pembobol rumah toko (ruko),rumah kosong, termasuk alat-alat elektronik. Dalammelakoniaksinya, pelaku menggunakan dua mobil jenis Avanza bernomor polisi DD 1033 KHdanDD551CQ.</p>
<p>Duamobilini ikut diamankan polisi sebagai barang bukti. Selain membobol gudang rumah milik Sekda Palopo, komplotan ini juga terlibat kasus pembobolan outlet (distro) salah satu pakaian bermerek di Jalan Andi Jemma Palopo. Mereka merusak gembok distro ini dan menggasak sekitar 200- an pakaian merek Celcius.Pakaian hasil curian ini kemudian dijual kepada salah satu pe-dagang pakaian di wilayah Wasuponda, Luwu Timur.</p>
<p>Pemilik distro, Iwan, mengaku mengalami kerugian sekitar Rp50 juta. Kasus lain yang melibatkan Fajar dan kawan-kawan, yakni kasus pembobolan dua kafe di bilangan wisata Pantai Labombo, yakni Kafe Fortune dan Kafe Tongkonan. Dari dua kafe ini, para pelaku mencuri puluhan karton bir dan soft drink. Bahkan, mereka diduga membobol sebuah toko ponsel di Sorowako. Di depan polisi, pemilik ponsel ini mengaku mengalami kerugian Rp100-an juta. Dan support untuk <a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/category/kontes-seo" target="_blank">Kontes SEO</a>.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://leakbali.blogdetik.com/2011/06/01/kasus-pencurian-seperangkat-alat-musik-elektone/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Buaya di Ukraina</title>
		<link>http://leakbali.blogdetik.com/2011/01/24/buaya-di-ukraina/</link>
		<comments>http://leakbali.blogdetik.com/2011/01/24/buaya-di-ukraina/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 15:27:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>leakbali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://leakbali.blogdetik.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Buaya di Ukraina yang menelan sebuah telepon genggam telah menolak untuk menyentuh makanannya selama satu bulan.
Buaya sungai Nil yang diberi nama Gena tersebut, yang akan berumur 15 tahun bulan depan, menelan sebuah telepon genggam ketika seorang pengunjung berusaha mengambil gambar reptil itu Desember tahun lalu. Suara dering dapat terdengar dari dalam tubuh reptil tersebut setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Buaya di Ukraina" href="http://leakbali.blogdetik.com/2011/01/24/buaya-di-ukraina/" target="_self">Buaya di Ukraina</a> yang menelan sebuah telepon genggam telah menolak untuk menyentuh makanannya selama satu bulan.</p>
<p>Buaya sungai Nil yang diberi nama Gena tersebut, yang akan berumur 15 tahun bulan depan, menelan sebuah telepon genggam ketika seorang pengunjung berusaha mengambil gambar reptil itu Desember tahun lalu. Suara dering dapat terdengar dari dalam tubuh reptil tersebut setelah beberapa hari hewan itu menelan telefon genggam itu.<br />
<span id="more-12"></span><br />
Eduard Manukyan, dari tempat pemeliharaan hewan itu di kota Dnipropetrovsk di bagian timur Ukraina, mengatakan, kondisi Gena memburuk dari hari ke hari tapi pihaknya khawatir operasi untuk mengeluarkan telepon itu juga bisa sangat berbahaya. &#8220;Ia bergerak ke sekeliling kandangnya, masuk ke dalam air tapi tak makan selama satu bulan,&#8221; kata Manukyan.</p>
<p>Dalam upaya untuk menimbulkan reaksi usus, para petugas memberi Gena laxative dan menyuntikkan vitamin ke dalam burung puyuh tapi hewan itu tak mau menyentuhnya. &#8220;Sekarang kami akan berusaha menghangatkan air dan udara guna mempercepat pencernaan makanan,&#8221; kata Manukyan. Demikian catatan online <a title="Leak Bali" href="http://leakbali.blogdetik.com/" target="_self">Leak Bali</a> tentang Buaya di Ukraina.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://leakbali.blogdetik.com/2011/01/24/buaya-di-ukraina/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Seluruh Rumah Sakit Umum Daerah</title>
		<link>http://leakbali.blogdetik.com/2010/12/31/seluruh-rumah-sakit-umum-daerah/</link>
		<comments>http://leakbali.blogdetik.com/2010/12/31/seluruh-rumah-sakit-umum-daerah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>leakbali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://leakbali.blogdetik.com/2010/12/31/seluruh-rumah-sakit-umum-daerah/</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan milik pemerintah kabupaten/ kota diwajibkan menerapkan pengelolaan keuangan dengan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BULD) paling lambat September 2011.

Jika masih ada RS milik pemerintah yang hingga Oktober 2011 belum menerapkan standar BLUD, izin RS tersebut terancam dicabut. Hal ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan milik pemerintah kabupaten/ kota diwajibkan menerapkan pengelolaan keuangan dengan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BULD) paling lambat September 2011.<br />
<span id="more-11"></span><br />
Jika masih ada RS milik pemerintah yang hingga Oktober 2011 belum menerapkan standar BLUD, izin RS tersebut terancam dicabut. Hal ini mengacu pada Undang-Undang (UU) No 44/1999 tentang penerapan prinsip BLUD di seluruh pelayanan kesehatan yang berpelat merah. Kepala Bidang Akuntan Negara Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Makassar Ichsan Riyandi mengungkapkan, dengan manajemen BLUD, RS pemerintah diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan menonjolkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas.</p>
<p>Dengan pola keuangan BLUD, fleksibilitas diberikan kepada RSUD di Sulsel dalam rangka pelaksanaan anggaran keuangan,termasuk pengelolaan pendapatan dan belanja, pengelolaan kas,dan pengadaan barang/jasa. Dengan begitu, pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat terjamin kualitasnya. ”Oktober 2011,seluruh RSUD di Sulsel harus seluruhnya ber-LBUD. Jika tidak,izin RSUD tersebut bakal dicabut. Ini sesuai isi UU No 44/1999,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.</p>
<p>Hal ini dilontarkan Ichsan Riyandi seusai melakukan sosialisasi penerapan sistem BLUD di ruang rapat pimpinan Kantor Gubernur Sulsel kemarin. Dalam pertemuan itu, turut hadir sejumlah manajemen RSUD Pemprov Sulsel dan RSUD kabupaten/kota. Pria berkacamata ini mengatakan, RSUD ke depan diharapkan tidak lagi mencari keuntungan dalam pelayanan kesehatan.</p>
<p>Sebaliknya, rumah sakit daerah harus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan memberikan biaya kesehatan yang murah bagi masyarakat kecil. Penerapan BLUD ini juga merupakan tuntutan mutu pelayanan kesehatan. Karena itu, RS utamanya milik pemerintah, dituntut memberikan pelayanan cepat, tepat, dan terjangkau, tanpa mengesampingkan mutu dan kualitas pelayanan yang sesuai standar yang ditetapkan. Asisten II Pemprov Sulsel Amal Natsir yang dikonfirmasi menyebutkan, pada dasarnya seluruh RSUD milik Pemprov Sulsel pada 2010 ini memenuhi persyaratan menjalankan basis kinerja BLUD.</p>
<p>Dengan demikian,pelayanan kesehatan ke depan kepada masyarakat bisa lebih terjamin. ”Akhir 2011, semuanya (RSUD) sudah BLUD.Kami usahakan ini jangan sampai molor lagi. Seluruh RSUD kami sudah siap untuk itu,” ujarnya kepada SINDO kemarin. RSUD yang berada di bawah Pemprov Sulsel, yaitu RSUD Labuang Baji, RSK Dadi, dan RSUD Haji, dan RSUD Sayang Rakyat. Tiap kabupaten/kota di Sulsel juga memiliki masing-masing RSUD di wilayahnya.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://leakbali.blogdetik.com/2010/12/31/seluruh-rumah-sakit-umum-daerah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rp1 M Lebih untuk Pembentukan Koperasi Masjid</title>
		<link>http://leakbali.blogdetik.com/2010/10/10/rp1-m-lebih-untuk-pembentukan-koperasi-masjid/</link>
		<comments>http://leakbali.blogdetik.com/2010/10/10/rp1-m-lebih-untuk-pembentukan-koperasi-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 08:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>leakbali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Rp1 M Lebih untuk Pembentukan Koperasi Masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://leakbali.blogdetik.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Belum adanya organisasi yang mengatur tentang pengelolaan dana kas di setiap masjid,membuat Pemkot Palembang berkeinginan untuk mendirikan sebuah koperasi masjid.
Tak tanggung-tanggung,demi merealisasikan rencana tersebut, Pemkot telah menyiapkan anggaran dana sebesar Rp1,1 miliar, yang berasal dari APBD 2010 Kota Palembang. Kepala Bidang Sosial Kemasyarakatan Pemerintahan Kota Palembang Marwan Idris menjelaskan, koperasi masjid ini diharapkan berperan sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belum adanya organisasi yang mengatur tentang pengelolaan dana kas di setiap masjid,membuat Pemkot Palembang berkeinginan untuk mendirikan sebuah koperasi masjid.</p>
<p>Tak tanggung-tanggung,demi merealisasikan rencana tersebut, Pemkot telah menyiapkan anggaran dana sebesar Rp1,1 miliar, yang berasal dari APBD 2010 Kota Palembang. Kepala Bidang Sosial Kemasyarakatan Pemerintahan Kota Palembang Marwan Idris menjelaskan, koperasi masjid ini diharapkan berperan sebagai koperasi sekunder yang menaungi 780 masjid, yang dibidik menjadi koperasi primer. Sebagai stimulan pertama, Pemkot memberikan bantuan kepada 780 koperasi masjid tersebut, dengan membayar biaya administrasi untuk mendaftar ke koperasi sekunder sebesar Rp1,5 juta.<br />
<span id="more-10"></span><br />
Dengan demikian,Pemkot mengalokasikan dana sebesar Rp1,170 miliar untuk membantu mengembangkan koperasi tersebut. “Saat ini baru 10 koperasi masjid yang telah beroperasi, diantaranya Masjid Aflatul Akbar, Mualimin, dan Ki Merogan,” kata Marwan di kantornya,kemarin. Saat ini, lanjut dia, persiapan koperasi masjid tersebut masih dalam tahap sosialisasi. Sosialisasi dilaksanakan dari satu masjid ke masjid lain,sehingga genap 780 masjid. “Sesuai tugas pokok dan fungsi,kami selaku pihak berkompeten siap mengemban tugas pembinaan terhadap apapun kegiatan perkoperasian dan UMKM di Kota Palembang, termasuk koperasi masjid,”tegasnya.</p>
<p>Persyaratan mendirikan koperasi masjid ini yakni memiliki anggota minimal 20 orang. Setiap anggota koperasi masjid diwajibkan membayar dana awal sebesar Rp100.000, dan iuran rutin Rp25.000 per bulan. Ditargetkan awal 2011 paling lambat koperasi masjid ini sudah beroperasi. “Kita harap koperasi primer ini mampu mendorong kesejahteraan jamaah masjid, sehingga mereka tidak kekurangan kebutuhan primer dan sisa hasil usaha bisa digunakan untuk merenovasi rumah ibadah itu,”jelasnya. Selain koperasi Masjid, Pemkot Palembang juga segera melakukan inventarisasi kendaraan jenazah dan ambulance, yang dimiliki oleh masing-masing masjid di tiap-tiap kecamatan di Kota Palembang. “Sebenarnya rencana ini sudah lama, kakanya ingin kita tingkatkan lagi,” tambah Marwan.</p>
<p>Sementara itu,Wakil Wali Ko-ta Palembang Romi Herton membenarkan, kalau salah satu program Pemkot Palembang yang diyakini mampu menggerakkan serta membangkitkan semangat kebersamaan masyarakat dalam kegiatan ekonomi adalah koperasi masjid. Menurut dia, masjid sebagai sarana ibadah umat Islam yang pembangunan fisiknya menelan biaya besar, sudah seyogyanya dioptimalkan fungsinya untuk beragam kegiatan positif. Sehingga, selain sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat,masjid juga potensial sebagai pusat kegiatan ekonomi bagi para jamaah maupun masyarakat di lingkungan sekitarnya.</p>
<p>“Kita tentu yakin, dalam koperasi yang kita dirikan di setiap masjid ini mampu untuk mengembangkan fasilitas tempat-tempat ibadah, sehingga prosesi ibadah kita lebih optimal lagi,”ujarnya.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://leakbali.blogdetik.com/2010/10/10/rp1-m-lebih-untuk-pembentukan-koperasi-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.475 seconds -->

